Aspek Demografis Dari Individu Pengguna Internet Berdasarkan Gender
Kelompok 1
Nama
|
NPM
|
Link
|
Peran
dalam Kelompok
|
Ade Antika S
|
10513125
|
adeantikas.blogspot.com
|
Mencari Referensi
|
Chintia
|
11513892
|
chintiachntia.blogspot.com
|
Mencari Referensi
|
Cindy Puspasari
|
11513928
|
cindypuspa12.blogspot.com
|
Mencari Referensi
|
Gesa Nedian
|
13513690
|
gesanedian13.blogspot.com
|
Mengedit
|
Rinda Athreeani P
|
17513731
|
rindaathreeani.blogspot.com
|
Mencari Referensi
|
Vina Akbarina
|
19513150
|
vinaakbarina.wordpress.com
|
Mencari Referensi
|
Internet merupakan hal yang penting bagi manusia di masa kini. Manusia menggunakan internet dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ilmu pengetahuan, pendidikan bahkan dalam aspek sosial. Keterkaitan manusia dengan internet sudah sangat mengglobal karena dengan menggunakan internet kita dapat mengakses berbagai situs dari seluruh dunia.
Dalam
internet ada beberapa hal yang mempengaruhi interaksi manusia dan internet
seperti gender, usia dan budaya. Hal-hal ini mungkin terlihat sepele dan tidak
relevan tetapi hal-hal ini memiliki kaitan yang erat dalm interaksi manusia dan
internet.
Dalam kesempatan
ini, kelompok kami akan membahas dari segi gender.
Gender
dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan
jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau
identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi
batasan gender sebagai “seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang
dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial,
dalam suatu masyarakat.
Berdasarkan
aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih
sering mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat
fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free (baik di
laboratorium komputer atau perpustakaan sekolah). Frekuensi internet yang
digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses internet di rumah
cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses internet lebih lama
dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses internet di tempat
lainnya, seperti: warnet, sekolah atau wifi area.
Dari jumlah waktu penggunaan internet per bulan
menunjukkan bahwa pada umumnya kalangan remaja di perkotaan yang sering
mengakses internet di rumah termasuk dalam kategori heavy users
(pengguna internet yang menghabiskan waktu lebih dari 40 jam per bulan).
Sedangkan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di warnet dan
memanfaatkan wifi area publik sebagai tempat akses internet mereka
dikategorikan sebagai medium users
(pengguna internet yang menghabiskan waktu antara 10 sampai 40 jam per bulan).
Sementara itu, bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses internet dengan
memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada
umumnya mereka tergolong sebagai light users(pengguna
internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
Kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet
untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu informasi (information utility),
aktivitas kesenangan (leisure/fun
activities), komunikasi (communication),
dan transaksi (transactions).
Pengaruh gender di
internet pada umumnya wanita yang sering bermain dengan internet, misalnya
facebook, twitter dan lain-lain. Wanita selalu memposting lebih banyak daripada
pria, karena wanita terlalu sensitive pada apa yang sedang terjadi dan sangat
emosional. Pada pria lebih cenderung ke forum atau game online. Pria juga
senang berjam-jam untuk melakukan hal itu. Internet juga bisa membuat para pria
terpengaruh oleh fashion jaman sekarang.
Contohnya dari Korea, bisa saja mereka membuat
para pria mengenakan fashion itu, tetapi dari sudut pandang wanita fashion itu
tidak cocok untuk mereka yang pria jantan, contohnya dari gaya rambut. Jaman
sekarang para pria banyak yang mengikuti gaya rambut dari negara luar, padahal
gaya rambut itu membuat mereka terlihat seperti wanita. Semakin berkembangnya
internet dan globalisasi membuat banyak yang pria seakan-akan menjadi wanita
dan wanita seperti pria.
Penelitian yang dilakukan oleh Straub, dkk
menyatakan bahwa wanita lebih banyak memperoleh manfaat dari hadirnya
email. Dengan bertambahnya user wanita berarti adanya pengaruh terhadap
efektifitas penerimaan media pada wanita. David [DAV98a, DAV96] menyatakan
bahwa meningkatnya efektifitas terhadap media mempunyai korelasi yang tinggi
dengan peningkatan manfaat yang diambil (PU). Dari dasar yang telah ada dapat
ditarik hipotesa sementara bahwa wanita akan mendapatkan manfaat yang lebih
tinggi daripada laki-laki dalam sebuah website.
Untuk kemudahan dalam penggunaan website juga
akan dilihat apakah gender pengaruh pada kemampuan seseorang dalam menggunakan
sebuah website. Pada penelitian yang dilakukan oleh Lowe dan Krahn menyebutkan
bahwa wanita memiliki kecemasan yang lebih tinggi daripada laki-laki dalam
menggunakan komputer secara general. Dari dasar yang dijelaskan pada PU, wanita
seharusnya menerima fasilitas yang disediakan oleh internet sehingga dapat
meningkatkan kenyamanan wanita dengan media elektronik.
Referensi :
http://worldalternativeenergy.wordpress.com/2013/11/09/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-intrapersonal-3-aspek-psikologis-dari-individu-pengguna-internet-dan-aspek-demografis-dari-individu-pengguna-internet/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gender_(sosial)
library.unej.ac.id
blognya terlalu simple, mungkin bisa ditambahkan widget. dan kalau bisa semua isi entry nya di rata kanan kiri agar terlihat lebih rapih
BalasHapusterima kasih atas kritik dan sarannya, mudah-mudahan kedepannya saya bisa lebih baik lagi memperbaikinya :)
BalasHapusadakah sisi negatif jika seorang pria ataupun wanita sering memposting sesuatu ke internter?
BalasHapusTerimaksih informasinya sebelumnya, mungkin bisa ditambahkan lagi informasi yang lebih spesifik lagi :)
BalasHapusmenurut saya mungkin ada sisi negatifnya, kalo untuk para wanita ataupun pria yang sering memposting membuat mereka menjadi kecanduan atau mungkin seperti kasus dimedia masa mereka terjerat kasus karena telah menyalahgunakan media masa itu sendiri. terima kasih atas pertanyaannya semoga anda puas dengan jawaban saya.. :)
BalasHapusterima kasih anda sudah memberikan saran atas informasi yang saya sampaikan, mungkin selanjutnya saya akan bisa lebih baik lagi :)
BalasHapusinformasinya bagus sekali tentang bagaimana gender membedakan pemakaian internet, tapi mungkin akan lebih baik jika disertakan presentasi antara laki-laki maupun perempuan yang menggunakan internet paling sering berdasar demografisnya
BalasHapusterima kasih anda sudah memberikan saran ke saya.. :)
BalasHapusinfonya bagus dan mudah untuk di pahami, tapi mungkin akan lebih bagus dan lebih lengkap bila di lengkapi dengan seberapa besar anak laki-laki saat usia berapa mulai ketagihan internet.
BalasHapusterima kasih
bagaimana pendapat anda tentang penggunaan sosial media yang terjadi di kalangan remaja sekarang ? terimakasih....
BalasHapusTerima kasih atas kritis dan saran dari anda, mungkin anak laki laki mulai ketagihan internet itu di usia yang sangat belia karna tergantung dengan orang tua sang anak sendiri bagaimana cara mengajarkan kepada sang anak. mudah-mudahan anda puas dengan jawaban saya :)
BalasHapusyaa sebelumnya saya mengucapakan terima kasih karna anda telah bertanya, mungkin kalo pendapat saya penggunaan sosial media sangat ramai sekali untuk para remaja yang sekarang mungkin mereka memakai gadjet membuat mereka untuk saling bisa berkomunikasi dengan kerabatnya masing-masing.. semoga anda puas dengan jawaban saya :)
BalasHapusDari ke empat dimensi kepentingan yang sudah di sebutkan, pengguna cenderung lebi banyak menggunakan internet untuk kepentingan apa, dan jika di lihat dari intensitasnya antara pria dan wanita manakah yanh lebih sering menggunakan internet? Terimakasih
BalasHapus