#SIP SEJARAH AI
Istilah ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1956 di
konferensi darthmouth. Sejak saat itu , AI terus dikembangkan sebab berbagai
penelitian mengenail teori teori dan prinsip prinsipnya juga terus berkembang.
Meskipun AI baru muncul pada 1956 tapi teori teori yang mengarah ke AI sudah
muncul sejak tahun 1941. Berikut Tahapan tahapan teori dalam AI
- Era Komputer Elektronik (1941)
Pada tahu 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan
pemosresan informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik dan
dikembangkan di USA dan jerman. Saat itu komputer membutuhkan ruangan yang luas
, AC yang terpisah dan melibatkan ribuan kabel untuk menjalankan suatu
program.Itu tentunya sangat merepotkan programmmer dalam membuat program. Pada
tahun 1949 , berhasil ditemukan komputer yang mampu membuat pekerjaan
memasukkan program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan
yang mengarah ke AI.
- Masa Persiapan ( 1943 -1956)
Pada tahun 1943 , Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil
membuat suatu model sel syaraf tiruan di mana setiap neuron digambarkan sebagai
on dan off.mereka menunjukan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu
jaringan sel syaraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan
dengan struktur jaringan sederhana.
pada tahun 1950 , Nobert Wiener membuat penelitian mengenai
prinsip prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat .
Penemuan ini yang merupakan awal dari perkembangan AI. Pada tahun 1956 John
McCarhty membuat sebuah team utuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang
automata , jaringan syaraf dan mempelajari intelligence. Hasilnya adalah
program yang mampu berpikir non-numeric dan menyelsaikan masalah pemikiran ,
yang dinamakan principia mathematica. Hal ini menjadikan john McCarthy disebut
sebagai fathre of AI.
- Awal Perkembangan AI (1952 – 1969 )
Pada tahun pertama perkembangannya , AI mengalami banyak
kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newel dan Simon dengan sebuah program
disebut General Problem Solver. Program ini dirancang untuk memlulai
penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun 1958 McCarthy di MIT AI lam
mendefinisikan bahasa pemograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang
mendominasi pembuatan program program AI. pada tahun 1959 keluarlah sebuah
program AI yaitu Geometry Theorm Prover yang dapat membuktikan suatu
teorama teorama menggunakan axioma-axioma yang ada.Pada tahun 1968 , Program
analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada
tes IQ.
- Perkembangan AI Melambat ( 1966- 1974)
Prediksi Herbert Simon pada tahun 1957 menyatakan bahwa AI
akan menjadi ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat ternyata meleset
pada tahun tahun ini perkembangan AI menjadi sangat lambat.
- AI menjadi sebuah Industri ( 1980 – 1988)
Industrialisasi AI diawali dengan ditemukannya expert system
(sistem pakar) yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sitem sistem
komputer baru.
Pengertian Artificial Intelligence
Artificial intelligence merupakan
inovasi baru di bidang ilmu pengetahuan. Mulai ada sejak muncul komputer
modern, yakni pada 1940 dan 1950. Ilmu pengetahuan komputer ini khusus
ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem
kecerdasan komputer.
Pada awalnya, kecerdasan buatan hanya ada di
universitas-universitas dan laboratorium penelitian, serta hanya sedikit produk
yang dihasilkan dan dikembangkan. Menjelang akhir 1970-an dan 1980-an, mulai
dikembangkan secara penuh dan hasilnya berangsur-angsur dipublikasikan di
khalayak umum. Permasalahan di dalam kecerdasan buatan akan selalu bertambah
dan berkembang seiring dengan laju perkembangan zaman menuju arah globalisasi
dalam setiap aspek kehidupan manusia, yang membawa persoalan-persoalan yang
semakin beragam pula.
Program kecerdasan buatan lebih sederhana dalam
pengoperasiannya, sehingga banyak membantu pemakai. Program konvensional
dijalankan secara prosedural dan kaku, rangkaian tahap solusinya sudah
didefinisikan secara tepat oleh pemrogramnya. Sebaliknya, pada program
kecerdasan buatan untuk mendapatkan solusi yang memuaskan dilakukan pendekatan
trial and error, mirip seperti apa yang dilakukan oleh manusia.
Kelebihan dan Kekurangan Artificial
Intelligence
Walaupun perkembangan teknologi
artificial intelligence dapat menggantikan posisi manusia, bahkan dapat
dikatakan lebih pintar dari manusia, tetapi tetap saja perkembangan teknologi
dengan menggunakan articial intelegensi tetap memiliki kekurangan dan
keterbatasan.
Berikut ini adalah kelebihan dan
kekurangan dari artificial intelligence:
Kelebihan Artificial Intelligence
- Kemampuan menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
- Memiliki ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat dalam system kerjanya
- Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan
Kekurangan Artificial Intelligence
- Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
- Kecerdasan yang ada pada artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
AI
DAN KOGNISI MANUSIA
Artificial intelligence adalah
salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat
melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Kecerdasan
buatan juga merupakan suatu sistem informasi yang berhubungan dengan
penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah sistem
teknologi informasi sehingga sistem tersebut memiliki kecerdasan seperti yang
dimiliki manusia. Sistem ini dikembangkan untuk mengembangkan metode dan sistem
untuk menyelesaikan masalah, biasanya diselesaikan melalui aktifivitas
intelektual manusia, misal pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan
lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
Artificial intelligence merupakan
suatu sistem yang membuat mesin secerdas manusia. Untuk itu, sistem ini harus
berpedoman pada sistem kognisi manusia, yaitu cara berfikir manusia, cara
manusia bernalar, mengenali suatu stimulus, memecahkan masalah, mengingat, dan
mengambil keputusan serta merespon dan bertindak. Dengan demikian para peneliti
ilmu ini dapat membuat suatu sistem, aplikasi, atau program yang dapat
melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia dengan lebih baik, menggunakan perangkat
mesin yang canggih untuk mempermudah pekerjaan manusia dikehidupan nyata.
#SIP AI
dan Expert System
Sistem Pakar Merupakan sebuah
sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik
penalaran yang dimiliki manusia sebagai pakar yang tersimpan di dalam komputer,
dan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang lazimnya memerlukan pakar
tertentu.
Sistem Pakar juga merupakan bagian
dari Artificial Intelligence(AI) atau
kecerdasan buatan, dimana letak persamaannya adalah sama-sama
untuk mencapai hasil yang maksimal dalam memecahkan masalah, dan perbedaannya
adalah sistem pakar mengacu pada si pembuatnya atau seseorang yang
ahli dalam suatu bidangnya atau mengacu pada si perancang itu sendiri sebagai
objek dalam menyiapkan suatu sistem guna mendapatkan hasil yang maksimal,
sedangkan AI mengacu pada jalur atau langkah yang berorientasi pada hardware
guna mencapai yang maksimal.
Dapat disimpulkan Sistem Pakar
merupakan bagian dari AI, dimana selain sistem pakar yang menggunakan AI, ada
beberapa yang lain diantarnya games, logika Fuzzy, jaringan saraf tiruan, dan
robotika.
Kecerdasan buatan merupakan
salah satu topik yang disukai penggemar science-fiction, pada film Terminator
digambarkan perang manusia melawan mesin, bahkan dalam novel berjudul With
Folded Hands karangan Jack Williamson, digambarkan bangsa Humanoids (robot
mesin ciptaan manusia) menjajah bangsa manusia dan menggantikan semua peranan
manusia.
Ciri-ciri Sistem Pakar
- Memiliki informasi yang handal.
- Mudah dimodifikasi.
- Heuristik dalam menggunakan
pengetahuan (yang sering kali tidak
sempurna) untuk mendapatkan penyelesaiannya. - Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
- Memiliki kemampuan untuk beradaptasi.
Kelebihan Sistem Pakar
- Orang awam bisa menggunakannya
- Melestarikan keahlian seorang pakar
- Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya
- Kemampuan dalam mengakses pengetahuan
- Bisa berkerja dalam informasi yang tidak lengkap
- Media pelengkap dalam penelitian
- Menghemat waktu dalam mengambil suatu ke putusan
- Proses secara otomatis
- Keahlian sama dengan seorang pakar
- Produktifitas
Kekurangan Sistem Pakar
- Biaya yang sangat mahal membuat dan memeliharanya
- Sulit di kembangkan karena keterbatasan keahlian dan ketersediaan pakar
- Sistem pakar tidak 100% bernilai benar
Beberapa Program AI (1956 – 1966)
Eliza diprogram Joseph
Weizenbaum (1967), mampu memberi terapi terhadap pasien dengan memberikan
beberapa pertanyaan. Salah satu sistem pakar yang paling awal dikembangkan. Ini
adalah program komputer yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna
berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang
terapis.
Parry adalah Sistem Pakar yang
juga paling awal dikembangkan di Stanford University.oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang
paranoid. Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater
yang menginterviewnya. mensimulasikan seorang pasien, dan menyebut program ini
PARRY, karena ia mesimulasikan seorang pasian paranoid. Mereka memilih seorang
paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan
sistem paranoia memanga ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya
cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk
mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi
komputer dan respon manusia.
Nettalk adalah program berdasarkan
jaringan-jaringan neuron, dikembangkan oleh Terry Sejnowski : jaringan neural
berisi lapisan tersembunyi yang berkorespondensi dengan interneuron.
#SIP
RANCANGAN INTERFACE DAN FLOWCHART UNTUK SEBUAH APLIKASI BERNUANSA PSIKOLOGI
Pengertian Interface
Dalam penggunaan umum, sebuah antarmuka, penghubung
atau interface adalah sebuah titik, wilayah, atau permukaan di mana dua
zat atau benda berbeda bertemu; dia juga digunakan secara metafora untuk
perbatasan antara benda. Kata interface kadangkala (biasanya dalam bidang
teknik) disingkat menjadi "i/f".
Bentuk kerja dari interface berarti
menghubungkan dua atau lebih benda pada suatu titik atau batasan yang terbagi,
atau untuk menyiapkan kedua benda untuk tujuan tersebut.
Kata interface juga memiliki arti khusus:- antarmuka pengguna adalah fungsi dan atribut sensor dari suatu sistem (aplikasi, perangkat lunak, kendaraan, dll) yang berhubungan dengan pengoperasiannya oleh pengguna.
- Dalam elektronik dan teknik komputer, sebuah antarmuka dapat berarti:
- Batasan fisik dari dua subsistem atau alat.
- Sebuah bagian atau sirkuit di beberapa subsistemyang mengirim atau menerima sinyal ke atau dari subsistem lainnya: antarmuka jaringan, antarmuka video, kartu network.
- Sebuah standar yang menjelaskan sebuah himpunan karakteristik yang berfungsi, karakteristik interkoneksi fisik umum, dan karakteristik signal untuk pertukaran data atau signal; antarmuka USB, antarmuka SCSI.
- Dalam telekomunikasi, sebuah titik interkoneksi antara pengguna peralatan terminal dan fasilitas komunikasi komersial.
- Dalam teknik perangkat lunak, ia adalah sebuah spesifikasi dari properti sebuah komponen software yang komponen lainnya dapat bergantung kepadanya: lihat antarmuka (ilmu komputer).
- Dalam kimia, ia adalah permukaan antara dua fase yang berbeda dalah campuran "heterogeneous".
- Dalam geologi, ia mungkin juga sebuah permukaan atau lapisan "anomalous" antara dua "epoch" geologikal yang berbeda atau jenis batuan.
Pengertian Flowchart
Flowchart Adalah
Bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian
suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma.
Tujuan
Membuat Flowchat :
- Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah
- Secara sederhana, terurai, rapi dan jelas
- Menggunakan simbol-simbol standar
Dalam
penulisan Flowchart dikenal dua model, yaitu Sistem Flowchart dan Program
Flowchart :
System
Flowchart
Yaitu
bagan yang memperlihatkan urutan prosedure dan proses dari beberapa file di
dalam media tertentu. Melalui flowchart ini terlihat jenis media
penyimpanan yang dipakai dalam pengolahan data.
Selain
itu juga menggambarkan file yang dipakai sebagai input dan output. Tidak
digunakan untuk menggambarkan urutan langkah untuk memecahkan masalah namun
hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk.
Program
Flowchart
Yaitu
bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan proses dalam suatu
program. Dua jenis metode penggambaran program flowchart :
- Conceptual flowchart, menggambarkan alur pemecahan masalah secara global.
- Detail flowchart, menggambarkan alur pemecahan masalah secara rinci .
Simbol
Flowchart
Simbol-simbol yang di pakai dalam
flowchart dibagi menjadi 3 kelompok :
- Flow direction symbols
Digunakan untuk menghubungkan simbol
satu dengan yang lain – Disebut juga connecting line
- Processing symbols
Menunjukan jenis operasi pengolahan
dalam suatu proses / prosedur
- Input / Output symbol
Menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.
#APLIKASI
ONLINE BERNUANSA PSIKOLOGI
Tes IQ
Ialah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan
untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar,
memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan awal bahwa
IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tak dapat berubah adalah
salah, karena penelitian modern membuktikan bahwa kemampuan IQ dapat meningkat dari
proses belajar
Test IQ (Inteligent
Quotient) adalah psikotes yang bertujuan untuk memperoleh nilai
yang dapat mencerminkan tingkat kecerdasan individu yang melakukan Test IQ
tersebut. Test IQ
sendiri ada beberapa macam, ada yang berupa pertanyaan
tertulis dan ada juga pertanyaan berupa gambar. Kata “kecerdasan” sendiri
merupakan istilah umum yang sering dipakai untuk menjelaskan sejumlah
kemampuan, seperti menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak,
memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan sangat erat
kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan
dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes
IQ.
Adapun manfaat dan fungsi dari Tes IQ adalah :
- Untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang.
- Untuk melihat sejauh mana potensi yang dapat dikembangkan secara maksimal.
- Untuk mengkreasikan antara tingkat kecerdasan dengan hasil belajar yang selama ini dicapai (apabila IQ tinggi seharusnya berbanding lurus dengan prestasi belajar)
- Untuk mendeteksi kesulitan belajar yang disebabkan oleh faktor kemampuan atau faktor yang lain seperti kemalasan dan sebagainya.
- Dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan jenjang pendek/panjang.
Untuk skor tes IQ yang dihasilkan berkisar 70 –
169 dengan pengelompokan sebagai berikut :
- 140 – 169 : Very superior (sangat pandai)
- 120 – 139 : Superior (pandai)
- 110 – 119 : High Average (diatas rata-rata)
- 90 – 109 : Average (rata-rata)
- 80 – 89 : Low average (dibawah rata-rata)
- 70 – 79 : Barderline (lambat belajar)
Conselling
Online
Koutsonika (2009) menyebutkan bahwa
konseling online pertama kali muncul pada dekade 1960 dan 1970 dengan perangkat
lunak program Eliza dan Parry, pada perkembangan awal konseling
online dilakukan berbasis teks, dan sekarang sekitar sepertiga dari
situs menawarkan konseling hanya melalui e-mail (Shaw & Shaw dalam
Koutsonika (2009)). Karena kemajuan teknologi metode lain juga digunakan
seperti live chat, konseling telepon dan konseling video.
Sebelum
kita membahas lebih lanjut, terlebih dahulu kita melihat makna dari segi
Istilah dan bahasa. Istilah konseling online merupakan dua kata yaitu kata
”konseling” berasal dari kata ”Counseling”
(Inggris) dan kata ”online”. kedua
kata tersebut lebih lanjut dapat dimaknai sebagai
berikut:
Menurut Gustad’s (dalam
Gibson & Mitchell, 1995) Counseling is a
learning-oriented process, carried on in a simple, one-to-one social
environment, in which a counselor, professionally competent in relevant
psychological skill and knowledge, seeks to assist the client, by methods
appropriate to the latter’s needs and within the context of the total personnel
program, to learn more about himself and to accept himself, to learn how to put
such understanding into effect in relation to more clearly perceived,
realisticaly defined goals to the end that the client may become a happier and
more productive member of his society.
Ethical
Standard of American Personnel and Guidance
Association (dalam Belkin,
1976:456) menyebutkan bahwa “A
counseling relationship denotes
that the persons seeking help retain
full freedom of choice and decision
and that the helping person has no
authority or responsibility to
approve or disapprove of the
choices or decisions of the
counselee or client”. Hubungan konseling
adalah sebuah hubungan yang membantu klien
dalam membuat pilihan dan keputusan.
Sementara
itu, Gibson &
Mitchell (1995) menyatakan definisi konseling
perorangan sebagai berikut: Individual counseling is a one-to-one
relationship involving a trained counselor and focuses on some aspects of a
client’s adjusment, developmental, or decision-making needs. This process
provides a relationship and communications base from which the client can
develop understanding, explore possibilities, and initiate change.
Definisi
yang dikemukakan Gibson dan Mitchell
sejalan dengan pendapat Dryden (dalam
Palmer & McMahon,
1989) bahwa konseling
perorangan sangat menjaga kerahasiaan
klien; konseling perorangan akan membuat
hubungan akrab antara klien dan konselor;
konseling perorangan sebagai proses pembelajaran
klien; konseling perorangan adalah sebuah
proses teraputik. Lebih lanjut,
Dryden menyimpulkan bahwa konseling
perorangan membantu klien yang ingin
membuat perbedaan dirinya dengan yang
lain. Konseling perorangan juga akan sangat
membantu konselor dalam membuat variasi gaya
teraputik untuk klien yang berbeda.
Konseling
perorangan menurut Prayitno dan
Erman Amti (2004) adalah
“proses pemberian bantuan yang dilakukan
melalui wawancara konseling
oleh seorang ahli (disebut
konselor) kepada individu yang sedang
mengalami sesuatu masalah (disebut
klien) yang bermuara pada teratasinya masalah
yang dihadapi klien”.
Sedangkan kata online
diartikan adalah sebagai
komputer atau perangkat yang
terhubung ke jaringan (seperti Internet)
dan siap untuk digunakan (atau digunakan
oleh) komputer atau perangkat lain. (BusinessDictionary,
2011).
Lebih
lanjut dalam Wikipedia, online adalah dimaknai dalam jaringan atau daring atau
keadaan saat sesuatu terhubung ke dalam suatu jaringan atau sistem (umumya internet
atau ethernet).
Jadi
istilah konseling online dapat dimaknai secara sederhana yaitu proses
konseling yang dilakukan dengan alat bantu jaringan sebagai penghubung antara
guru bk/konselor dengan kliennya. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh
(Amani, 2007) Konseling Online adalah konseling melalui internet yang secara
umum merujuk pada profesi yang berkaitan dengan layanan kesehatan mental
melalui teknologi komunikasi internet. Lebih lanjut Fields (2011) menyebutkan
bahwa konseling online adalah layanan terapi yang relatif baru. Konseling
dikembangkan dengan menggunakan teknologi komunikasi dari yang paling sederhana
menggunakan email, sesi dengan chat, sesi dengan telp pc-to-pc sampai
penggunaan dengan penggunaan webcam (video live sessions), yang secara
jelas menggunakan komputer dan internet. Haberstroh (2011) menjelaskan bahwa
konseling online adalah klien dan konselor berkomunikasi dengan menggunakan
streaming video dan audio. Capill (tt). Counselling using the computer as
the medium of communication between client and counsellor
Dari
beberapa pendapat di atas dapat dipahami dan disimpulkan bahwa konseling online
adalah usaha membantu (therapeutic) terhadap klien/konseli dilakukan
dengan memanfaatkan teknologi informasi, komputer dan internet.
PROSES KONSELING ONLINE
Proses
konseling online bukanlah sebuah proses yang sederhana. Diperlukan
kemampuan pendukung lain selain ketrampilan dasar konseling, sebagaimana yang
dikemukan oleh Koutsonika (2009) :
Online Counseling is not a simple
process. On the contrary is a complex process with a considerable number of
different and challenging issues characterizing it. Ethical issues,
Technological issues, Counselors’ educational background and skills especially
for online counseling issues, Clients’ issues, Legal issues and, finally,
Business and Management issues:
Selain
apa yang dikemukan di atas, secara spesifik penyedia konseling online secara
rinci biasanya memberikan tata cara dalam melakukan proses konseling online.
Namun pada pembahasan artikel ini penulis memberikan gambaran umum proses
konseling online.
Proses
konseling secara umum dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu:
1.
Tahap Persiapan
Tahap
persiapan mencakup aspek teknis penggunaan perangkat keras (hardware)
dan perangkat lunak (software), yang mendukung penyelenggaraan konseling
online. Seperti perangkat komputer /laptop yang dapat terkoneksi dengan
internet/Ethernet, headset, mic, webcam dan sebagainya. Perangkat lunak yaitu
program-program yang mendukung dan akan digunakan, account dan alamat
email.
2.
Tahap Konseling
Tahapan
konseling online tidak jauh berbeda dengan tahapan proses konseling face-to-face
(FtF) pada kali ini penulis mencoba menyajikan berdasarkan tahapan
Konseling Pancawaskita (KOPASTA) yaitu terdiri atas lima tahap yakni tahap,
pengantaran, penjajagan, penafsiran, pembinaan dan penilaian. Lebih lanjut
sebagai berikut :
a) Pengantaran;
Munro, Mantei dan Small (alih bahasa oleh Erman Amti, 1979) menyatakan bahwa
kontak pertama antara konselor dan klien mempunyai pengaruh yang menentukan
bagi kelangsungan pertemuan selanjutnya. Hubungan yang akrab antara konselor
dan klien serta saling mempercayai harus dapat ditumbuhkan dan dikembangkan.
b) Penjajagan;
Prayitno (1998) menyatakan bahwa sasaran penjajagan adalah hal-hal yang
dikemukakan klien besangkut paut dengan perkembangan dan permasalahannya dalam
hubungan konseling.
c) Penafsiran;
Tahap penafsiran yakni menafsirkan arti, masalah, tujuan, dan perasaan klien.
Hal ini merupakan bagian dari teknik-teknik umum konseling perorangan.
d) Pembinaan;Inti
tahap pembinaan yakni meneguhkan hasrat klien dalam menetapkan tujuan,
mengembangkan program, merencanakan skedul, merencanakan pemberian penguatan,
dan mempersonalisasikan langkah-langkah yang harus ditempuh. Hal ini merupakan
bagian dari teknik-teknik umum konseling
e) Penilaian/mengakhiri
konseling;Terhadap hasil layanan konseling perorangan perlu dilakukan tiga
jenis penilaian, yaitu: penilain segera, penilaian jangka pendek dan penilaian
jangka panjang (Prayitno, 2004). Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian
pada akhir layanan konseling perorangan. Fokus penilaian segera diarahkan
kepada diperolehnya informasi dan pemahaman baru (understanding),
dicapainya keringanan beban perasaan (comfort) dan direncanakannya
kegiatan pasca konseling (action).
Kelima
tahap yang terdapat dalam penyelenggaraan konseling secara langsung face to
face juga dapat diterapkan pada penyelenggaraan konseling online namun pada
penyelenggaraan konseling online lebih terbuka untuk melakukan penyesuain,
mulai dari tahap awal sampai tahap akhir, juga penggunaan teknik-teknik umum
dan khusus tidak secara penuh seperti penyelenggaraan konseling secara
langsung. Yang lebih penting adalah dengan cara bentuk dan strategi tertentu
guru BK/konselor dapat mengentaskan masalah yang dihadapi klien/konseli.
MEDIA KONSELING ONLINE
Guru
BK/Konselor dapat bertemu
dengan klien/konseli
dengan menggunakan
teknologi. Kondisi
ini bertujuan untuk memudahkan konselor
dalam membantu kliennya, memberikan kenyamanan kepada klien dalam
bercerita dengan menggunakan aplikasi teknologi sebagai penghubung
dirinya dengan konselor dengan tanpa harus tatap muka
secara langsung.
a) Website/situs
Dalam
menyelenggarakan konseling online
guru bk/konselor dapat menyediakan
sebuah alamat situs. Situs ini menjadi
alamat untuk melakukan praktik online. Sehingga
klien/konseli yang ingin melakukan konseling
online dapat berkunjung ke situs tersebut
terlebih untuk selanjutnya melakukan konseling online.
Untuk dapat
memiliki wesite konselor dapat
berkerjasama dengan perusahaaan dan/atau
para pakar bidang web developer. Konselor
dapat memilih bentuk design web yang
diinginkan mulai dari html,
php dan website yang
menggunakan CMS (Content management system). Penyediaan
ini membutuhkan biaya yang cukup besar.
b) Telephone/ Hand phone
Lebih sederhana konseling online
dapat dilakukan dengan memanfaatkan telephone. Dimana konselor dan
klien/konseli bisa daling tehubung dengan menggunakan perangkat ini. “ Telephone-based
individual counseling involves synchronous distance interaction between
a counselor and a client using what is heard via audio to communicate.( National
Board for Certified Counselors.tt).
Telphone/handphone dapat digunakan
untuk menghubungi konselor. konselor dapat mendengar dengan jelas apa yang
diungkapkan kliennya melalui fasilitas telphone/handphone. Dengan fasilitas ini
pula Konselor dengan segeranya dapat merespon apa yang dibicarakan oleh
kliennya. Rosenfield and Smillie (dalam Mallen, 2011) menyebutkan bahwa dalam
Studi kasus menunjukkan bahwa konseling dengan menggunakan telepon dapat
berjalan efektif dalam membantu menangani individu dengan efek psikologis
kanker
c) Email
Email
merupakan singkatan dari
Electronic Mail, yang berarti 'surat elektronik'. Email merupakan
sistem yang memungkinkan pesan berbasis teks untuk dikirim dan diterima secara
elektronik melalui beberapa komputer atau telepon seluler. Lebih spesifik lagi,
email diartikan sebagai cara pengiriman data, file teks, foto digital,
atau file-file audio dan video dari satu komputer ke komputer lainnya, dalam
suatu jaringan komputer (intranet maupun internet). Ada banyak penyedia account
email gratis seperti @yahoo, @gmail, @aim, @hotmail, @mail, @tekomnet, @plasa
dan masih banyak yang lainnya.
d) Chat , Instant Messaging dan Jejaring Sosial
Chat
dapat diartikan sebagai obrolan, namun dalam dunia internet, istilah ini
merujuk pada kegiatan komunikasi melalui sarana beberapa baris tulisan singkat
yang diketikkan melalui keyboard. Sedangkan percakapan itu sendiri dikenal
dengan istilah chatting.. Percakapan ini bisa dilakukan dengan saling
berinteraktif melalui teks, maupun suara dan video. Berbagai aplikasi dapat
digunakan untuk chatting ini, seperti skype, messenger, google talk, window
live messenger, mIRC, dan juga melalui jejaring sosial seperti
facebook , twitter dan myspase yang didalamnya juga tersedia fasiltas chatting.
e) Video conferencing
Video
conference, atau dalam bahasa Indonesia disebut video konferensi, atau
pertemuan melalui video. Pertemuan ini dibantu oleh berbagai macam media
jaringan seperti telepon ataupun media lainnya yang digunakan untuk transfer
data video. Alat khusus video konferensi sangat mahal sehingga alternatif
Konselor dan Klien dapat menggunakan fasilitas video konferensi yangterdapat
pada beberapa aplikasi Instant Messaging yang didalamnya
sudah menyediakan fasiltitas video call.
Sumber
http://ibtriau.damai.id/2015/10/14/sejarah-artificial-intelligence/
http://shaky-nez.blogspot.co.id/2010/02/sistem-pakar-dan-kecerdasan-buatan.html
https://dachun91.wordpress.com/2012/10/26/sistem-informasi-psikologi-5-artificial-intelligence-expert-system/
https://www.it-jurnal.com/pengertian-flowchart/
http://dokumen.tips/documents/sejarah-dan-perkembangan-artificial-intelligence.html
http://biropsikologi.info/fungsi-dan-manfaat-test-iq-pada-anak.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Antarmuka
Anastasi,
Anne. (2007). Tes psikologi. Jakarta: PT Indeks.
Belkin,
G. S. (1975). Practical counseling in the school. USA: Brown Company
Publishers.
Djumhar
& Surya, M. (1975). Bimbingan dan penyuluhan di sekolah (guidance &
counseling). Bandung : CV Ilmu.
Gibson,
R.L. & Mitchell, M.H. (2008). Introduction to counseling and guidance.
New York: Macmillan Publisher.
Kusumadewi,
S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Prayitno.
(2004). Konseling pancawaskita. Padang: FIP.
Prayitno.
(2004). Seri layanan konseling. Padang: FIP.
Russel, S and Norvigm P : Artificial Intelligence :
A modern Approach. Prentice Hall, Second Edition.
Solso, Robert L, dkk. 2009. Psikologi
Kognitif. Jakarta : Erlangga.











